Tugas Sutradara : Dalam Pertunjukan Teater dan Produksi Film

3 min read

TUGAS SUTRADARA

Tugas Sutradara -Tugas sutradara adalah memberi arahan suatu peran yang sesuai dengan cerita yang berada di skenario juga mengarahkan suatu ekspresi pada pemain perannya, sesuai dengan script percakapan sebuah adegan.

Selain itu sutradara bertugas untuk memberi pengawalan pada para kru dan para pemeran untuk melaksanakan arahan dari wawasannya dalam sebuah adegan cerita.


Mengenal Apa Itu Sutradara

Mengenal Apa Itu Sutradara

Sutradara adalah seseorang yang menangani suatu pekerjaan yang berhubungan dengan seni peran. Selain itu sutradara adalah seorang yang mengatasi semua permasalahan yang ada dalam suatu pertunjukan. Sebagai seorang sutradara mempunyai peranan penting dalam berhasilnya suatu pentas digelar. Seorang sutradara juga harus menjalani kerjasama dengan berbagai pihak untuk menggelar suatu pertunjukan.

Selain memberi arahan pada sebuah peran, sutradara juga bertugas mencari reka adegan, seperti perkiraan lokasi peran, suasana lokasi, cuaca atau musim dalam cerita yang ingin disampaikan. Juga mengarahkan membagi trek adegan peran pada pemain untuk menjalankan suatu drama, yang bisa membuat beberapa peran adegan pada lokasi dan situasi yang sama.


Beberapa Tugas Sutradara

Beberapa Tugas Sutradara

Dibawah ini dijelaskan beberapa tugas sutradara yang menangani suatu pentas. Untuk menangani sebuah pertunjukan, maka tugas sutradara dibagi menjadi beberapa bagian hingga terciptalah suatu pentas yang siap dan layak untuk dipertunjukkan dalam suatu pentas.

1. Penyeleksian Naskah Cerita

Salah satu tugas yang wajib dilakukan oleh seorang sutradara yaitu penyeleksian sebuah naskah yang akan diperankan pada suatu pertunjukan. Sutradara sangat diharuskan menyeleksi sebuah naskah yang akan diterapkan dalam sebuah pertunjukan, dalam penyeleksian ini sutradara perlu mempertimbangkan tujuan dan titik penting pengerjaannya. Poin ini merupakan tanggung jawab sutradara.

2. Pemilihan Naskah Cerita

Setelah melakukan penyeleksian terhadap beberapa naskah yang telah sesuai dengan ide kreatif pertunjukan yang diinginkan, maka tugas sutradara harus menentukan naskah mana yang akan menjadi satu acuan yang akan dipakai dalam sebuah pentas pertunjukan seni. Sutradara akan menggunakan pendekatan dua kali dalam pemilihan naskah yakni pendekatan obsesi dan pendekatan objektif.

3. Pembelajaran Naskah Cerita

Hal ini sangat diperlukan. Karena begitu telah menentukan naskah yang dipilih untuk sebuah pementasan seni. Sutradara harus membaca naskah untuk dipelajari. Ini bertujuan agar sutradara mengetahui yang menjadi latar belakang cerita, tokoh siapa yang paling berperan. Apa saja nilai-nilai yang perlu disampaikan kepada penonton dan kisah yang akan disajikan pada penonton.

4. Penafsiran Naskah Cerita

Sutradara juga bertugas dalam mengungkapkan atau menggambarkan suatu adegan atau peran dalam naskah, pada seni peran. Penafsiran ini bertujuan agar sebelum suatu pertunjukan dipentaskan. Maka sutradara perlu penafsiran naskah agar scene sudah menjadi suatu adegan yang pantas ditonton. Penafsiran ini harus sesuai dengan kisah dalam naskah terpilih yang akan dipentaskan.

5. Penentuan Nada Dasar Pada Naskah

Sutradara juga harus menentukan nada dasar dalam penentuan sebuah motif cerita. Di sini sutradara harus membangun peran dengan pelakon dalam istilah bahasanya adalah komunikasi antar peran. Serta harus menciptakan suasana yang diinginkan secara tertentu atau khusus. Sutradara juga harus menggambarkan sebuah lakon yang bersifat sedih menjadi meratap dan menangis tersedu.

6. Pemilihan Dan Penentuan Pemeran

Dalam pemilihan dan penentuan para pemeran agar bisa menggambarkan karakter yang sama persis dengan naskah. Biasanya sutradara memilih dan menentukan peran adalah dengan mengadakan sebuah seleksi atau casting peran. Sutradara harus mengamati setiap peran dalam cerita yang diinginkan dan sesuai dengan pemeran yang akan memerankan salah satu tokoh dalam cerita.

7. Penyusunan Penempatan Lokasi Panggung

Biasanya sutradara akan membagi pemeran dalam beberapa grup yang akan disesuaikan dengan latar belakang naskah yang dipegang oleh para pemain peran. Biasanya pembagian ini juga diikuti oleh beberapa kru yang mendukung adegan yang sesuai dengan latar belakang naskah yang diinginkan. Sehingga penggambarannya pas dan sesuai dengan isi dari cerita naskah.

8. Penguatan Dan Pelunakan Babak Cerita

Tugas Sutradara juga harus melakukan penguatan atau melunakkan sebuah adegan untuk menekankan penentuan sesuai dengan penglihatan sutradara sendiri tanpa harus meninggalkan atau merubah isi cerita dalam naskah. Hal ini diperlukan agar kisah tidak terlalu monoton dan harus se—real mungkin agar terlihat sangat alami dan ada di kehidupan nyata sehari-hari.

9. Menciptakan Sudut Pandang Peran

Tugas ini mengharuskan sutradara agar dapat mengkreasikan suatu adegan atau aksi peran dalam suatu cerita, hal ini sebenarnya tidak tertuang dan tidak diperintahkan dalam naskah yang dibawakan oleh pemeran. Namun hal ini sangat diperlukan agar perasaan atau emosi yang ada dalam cerita bisa disampaikan pada penonton yang menyaksikan adegan tersebut.

10. Bekerja sama Dengan Penata Pentas/Artistik

Sebelumnya telah dijelaskan tentang bahasa pentas/panggung. Sutradara juga bertanggung jawab dalam penataan panggung , maka sutradara harus bekerja sama dengan para penata panggung untuk mengkreasikan sebuah karya yang sesuai dengan gagasan yang diinginkan oleh sutradara. Agar pertunjukan seni bisa berjalan dengan sempurna dan sesuai dengan kisah yang ingin digambarkan naskah.

11. Menjalin Kerja Sama Dengan Pemimpin Pementasan

Dalam menjalankan sebuah produksi peran, sutradara juga harus menjalin kerja sama dengan pemimpin pementasan untuk mengkoordinasi sebuah pentas yang akan disuguhkan pada penonton. Hal ini juga sangat penting demi keselarasan sebuah pertunjukan yang ideal dan dinamis, hingga sebuah cerita akan dapat berjalan sesuai dengan yang digambarkan sutradara dan dapat dipentaskan.

12. Penyatuan Seluruh Komponen

Tugas sutradara juga harus menyatukan dan menggabungkan seluruh komponen yang terlibat dalam suatu produksi peran untuk masuk dalam pentas yang tengah diselenggarakan hingga pentas tersebut selesai ditayangkan atau selesai diperankan oleh seluruh pemain. Hal ini diperlukan untuk mendukung suatu acara pertunjukan pentas bisa berjalan baik dan penggambarannya sesuai dengan naskah.

13. Penetapan Jadwal Pemain Pentas

Sutradara juga harus memberikan penjadwalan latihan tetap pada para pemain pentas. Hal ini mencakup dengan pembacaan dialog pada naskah, perpindahan posisi pemain dan juga akting pemain. Hal ini diperlukan agar para pemain dapat hafal semua dialog naskah juga gerakan dan posisinya dalam memerankan sebuah tokoh sesuai naskah cerita yang dipegangnya.

14. Pelatihan Pada Para Pemain

Tugas Sutradara juga memberi pelatihan pada para pemain agar dapat merasuki sosok tokoh yang diperankan. Hal ini mencakup emosi dan karakter juga pembawaan tokoh yang berada dalam naskah. Hal itu dilakukan agar tokoh yang diperankan tersebut hidup dan nyata adanya. Hingga membuat penonton memperkirakan pengadaan tokoh yang dimainkan oleh pemeran.

15. Kordinasi

Tugas Sutradara mencakup semua bidang dalam melaksanakan sebuah produksi peran. Seperti pembentukan pemain, menata panggung, mengumpulkan kru pendukung. Pengatur jadwal pelatihan para pemain dan menentukan tanggal pentas. Mengubah sistem pementasan serta pembagian naskah, pembagian babak, dialog, pemindahan adegan, blocking dan juga komposisi pendukung pentas. Hingga terlaksananya produksi peran ini.


Tujuan Adanya Sutradara

Tujuan Adanya Sutradara

Adanya sutradara bertujuan untuk lancarnya sebuah produksi pentas dengan baik dan benar. Sutradara sangat diperlukan oleh suatu produksi yang berhubungan dengan skenario, naskah, adegan dan segala jenis yang berhubungan dengan seni pentas. Semua ini bertujuan untuk pengadaan seni yang memiliki struktur pementasan yang baik dan layak untuk dipertontonkan pada khalayak.

Seperti penjelasan di atas, seorang sutradara mencakup semua kegiatan produksi seni. Dalam pengerjaannya, seorang sutradara bertanggung jawab penuh dengan pelaksanaan suatu seni yang dipentaskan. Mulai dari pengadaan pemain, komposisi cerita, pengadaan naskah, adegan dan lain sebagainya. Sutradara juga bertugas memimpin sebuah pertunjukan mulai dari awal pertunjukan hingga selesai dipentaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *