Tips Membuat Resume Desainer Industri, Bisa Kamu Coba untuk Melamar

Calon Desainer Industri

Seorang desainer industri, memegang peranan penting dalam sebuah bisnis. Jika Anda ingin menjadi salah satunya, bisa membuat resume desainer industri ke perusahaan incaran. Anda bisa dapatkan di sini untuk resume yang lebih detail.

Selain menyesuaikan dengan bidang yang memang Anda kuasai serta berbagai pengalaman yang dimiliki, resume juga harus dibuat dengan benar agar menarik recruiter perusahaan.

Bagaimana resume desainer industri yang benar dan menarik bagi rekruter? Berikut ini kami telah rangkumkan beberapa tips yang bisa Anda coba.


Tips Membuat Resume Desainer Industri

Bagi Anda yang berkeinginan menempati posisi desainer industri sebuah perusahaan, pastikan sudah memiliki amunisi yang cukup.

Bisa dari pengalaman, maupun jenjang pendidikan yang berkaitan dengan profesi tersebut. Alasannya, karena semua perlu untuk Anda sampaikan melalui resume yang diajukan pada perusahaan.

Bagi profesional, tentu kronologis pengalaman akan sangat berperan dalam menarik perhatian recruiter. Sementara bagi pemula, jenjang atau latar belakang pendidikan serta sertifikat pelatihan yang diikuti bisa menjadi modal yang mumpuni.

Apabila salah satu atau bahkan keduanya sudah Anda miliki, maka tinggal mengeksekusi ke dalam resume dengan rapi. Berikut ini tips membuat resume desainer industri, yang bisa Anda ikuti.

  1. Pilih Format yang Sesuai

Secara umum, ada tiga format resume yang kerap digunakan oleh para pelamar posisi desainer industri.

Tiga format tersebut diantaranya yaitu, fungsional, kronologis dan kombinasi dari keduanya.

Format yang pertama atau fungsional, lebih terkesan kaku. Sebab singkat, padat serta fokus pada rangkuman keterampilan Anda.

Sebenarnya memang perlu menginformasikan kemampuan kita. Namun, tidak semua perusahaan bisa tertarik hanya dengan rangkuman “kebiasaan” Anda.

Di format resume desainer industri yang kedua yaitu kronologis, informasi yang diberikan lebih rumit dari yang terbaru lalu mundur ke belakang.

Format ini terbilang ideal dan disukai, sebab selain informasinya lengkap juga mudah dipahami. Rekruter dapat lebih mudah menganalisa perkembangan karir juga kemampuan Anda sebelumnya.

Sementara untuk format kombinasi, ini lebih disarankan pada para profesional.

Alasannya karena informasi yang diberikan fokus pada keterampilan Anda yang paling relevan dengan lowongan atau posisi yang Anda inginkan.

Namun format ini juga cocok digunakan oleh para pemula atau fresh graduate yang belum berpengalaman.

Dari resume kombinasi, Anda bisa menginformasikan latar belakang pendidikan berikut pelatihan yang pernah diikuti dan relevan dengan ekspektasi perusahaan pembuka lowongan.

Dengan begitu, para pemula juga lebih berpeluang untuk bisa mengembangkan kemampuan serta menambah pengalaman.

  1. Template yang Menarik dan Tidak Berlebihan

Penggunaan template untuk resume sudah sangat umum. Pilihannya pun juga beragam.

Tantangannya adalah memilih yang paling sesuai dan tidak berlebihan sehingga diantara sekian banyak resume yang ada, bisa menarik perhatian.

Pilih template yang mampu menyajikan aliran informasi yang runut, sesuai dan mudah dipahami. Template yang bisa mempermudah recruiter melacak progress Anda, lebih disukai.

Menarik bukan berarti harus tampil menyolok atau berlebihan. Gunakan template dengan satu atau dua warna yang tidak kontras.

Selain enak dipandang, juga lebih elegan dan tampak profesional.

  1. Lengkap

Resume harus lengkap. Jadi, pastikan Anda tidak melewatkan beberapa poin sebagai berikut:

  • Judul resume
  • Judul profil data pribadi Anda
  • Tujuan resume tersebut dibuat
  • Rangkuman keterampilan di bidang desain industri
  • Rangkuman pengalaman di bidang tersebut
  • Latar belakang atau jenjang pendidikan serta berbagai pelatihan yang pernah ditempuh
  • Sertifikasi juga prestasi ataupun penghargaan yang pernah didapatkan di bidang desain industri
  • Informasi kontak juga alamat rumah terbaru dan bisa dihubungi

  Menulis Surat Pengumuman Yang Benar Beserta Contohnya

Meski harus lengkap, tetapi gunakan bahasa yang ringkas, tidak bertele-tele dan mudah dipahami.

Biasanya, dibuat dalam satu halaman untuk pemula dan rata-rata dua halaman untuk profesional.

Untuk formatnya, bisa Anda pilih dari tiga format yang sudah dijelaskan sebelumnya. Namum, format kronologis yang lebih kami rekomendasikan.

Sebaiknya, final resume Anda sudah dalam format Pdf atau Word, kecuali jika pihak recruiter dari perusahaan minta format lain.

Untuk rangkuman pengalaman serta keterampilan, harus bisa Anda sajikan semenarik mungkin.

Tidak perlu panjang lebar, tetapi mampu menjawab berbagai pertanyaan atau ekspektasi dari recruiter perusahaan.

Sebagai contoh misalnya lama Anda menduduki sebuah jabatan, berapa kali Anda memperoleh penghargaan atas sebuah prestasi dan juga berbagai pencapaian di bidang desain industri.

Bagaimana pun juga, posisi sebagai desainer industri membutuhkan keterampilan yang mumpuni. 

Bukan hanya dalam hal berinovasi, tetapi juga dalam menganalisa preferensi atas sebuah bentuk atau desain.

Demikian tips membuat resume desainer industri yang bisa Anda coba terapkan ketika melamar lowongan.

Selain memperhatikan tips yang sudah kami sampaikan, tetap disesuaikan dengan permintaan recruiter perusahaan.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan membantu Anda untuk bisa mendapatkan posisi desainer industri yang Anda impikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *