Puisi Bebas Pada Beragam Situasi di Dalam Kehidupan

6 min read

Puisi Bebas – Jika kita berbicara tentang puisi, tentu tidak akan ada habisnya.

Puisi memang tak akan pernah hilang oleh waktu karena selalu melekat di hati para pujangga dan penikmatnya.

puisi bebas

Tidak hanya dapat mewakili satu perasaan, bahkan seringkali puisi menjadi solusi yang mudah untuk meluapkan segala bentuk keresahan hati.

Khususnya pada puisi modern, jenis ini sangat digemari oleh para penulis pemula dimana tidak begitu beraturan.

Puisi modern muncul dengan versi bait yang sangat pendek, adapula yang panjang hingga 4 sampai 5 bait.

Contoh Puisi Bebas Berisi Ungkapan Perasaan yang Menyentuh Hati

Siapapun diperkenan untuk membuat puisi secara bebas dengan maksud ingin menyampaikan curahan hati yang lama terpendam.

Bagi kamu yang saat ini berkeinginan untuk mencurahkan seluruh isi hati melalui puisi tapi masih bingung, silahkan simak beberapa contoh dan makna puisi berikut!

Puisi Perpisahan

5 Mei Kita

5 mei lalu
Dibawah sinar lampu pada suasana dingin ramai yang menyahdu
Kau berada tepat dihadapanku
Kau ingat malam itu
Berkali-kali ku poles lipstik merah bata pada bibirku

5 mei lalu
Dengan kaos abu-abumu kau coba berdialog padaku
Memintaku memilih untuk hitam atau putih dan jangan abu
Dengan merengek manja kau minta aku menjadi kekasihmu
Aku diam dan sesekali hanya mampu melempar senyum padamu

5 mei kini
Tak ada pertamuan reuni tahun lalu
Tak ada pinta yang mengulur waktu pada mau
Tak ada rindu yang terpancing sendu pada temu
Kita hanya dua orang asing yang sedang mengenang masa lalu

(Nur Hafizqi)

Pada puisi bebas yang pertama ini tampak suasana sedih yang dirasakan oleh penulis.

Puisi di atas berisi tentang kenangan sebuah momen jadian jalinan hubungan.

Penulis seolah-olah ingin menggambarkan secara detail tentang ingatannya pada hari itu.

Namun, sayang semuanya tidak berjalan baik sebab penulis harus mengalami perpisahan dengan sang kekasih.

Pada saat membaca di bagian awalnya, kita akan merasakan suasana yang romantis, akan tetapi suasana tersebut berubah menjadi suasana yang sedih pada bagian akhirnya.

Puisi Tentang Datangnya Tahun Baru

Akhir

Ku dengar riuk terompet menggaduh memecah malam
Tak lalai pula gemercik bunga api menghias langit malam
Ciiiit duaaar
Begitulah bunyi yang ku dengar sepanjang awalan tahun

Seolah lupa telah menua
Seluruh orang bersorak riang seakan paling bahagia
Sedang mereka tak memihak bahwa tahun telah berganti
Usia pun kian menua

(Nur Hafizqi)

Sudah bukan suatu hal yang asing lagi jika pada pergantian tahun akan ada banyak pesta untuk menyambut datangnya tahun baru tersebut.

Semua orang akan berlomba-lomba untuk meniupkan terompet dengan ramainya.

Namun, mereka lupa bahwa dengan datangnya tahun yang baru maka usia mereka juga akan semakin menua.

Puisi di atas memiliki makna tentang pentingnya bagi kita untuk mengingat usia serta selalu memperbaiki diri.

Puisi Putus Cinta

Akhir Cinta di Akhir Tahun

Lama kau racauni hati damaiku
Mengukir luka menerus relung hati terdalamku
Sungguh lugu atau berpura-pura dirimu
Nyatanya kini mengambigu

Kriing
Selesai sudah semua dustamu
Lega bukan
Takkan ada gangguanku lagi dalam fajar hingga senjamu

Desember melambai
Januari memagut
Takkan kurajut lagi rindu hingga terangat dalam temu
Tak ada lagi temu yang perlu terjamu
Semua sudah berserak
Pembunuh bengis

(Nur Hafizqi)

Perpisahan tentu bukan suatu hal yang menyenangkan.

Selain berpisah dengan tahun yang sedang berlangsung, puisi di atas juga menggambarkan perpisahan yang terjadi di antara sepasang kekasih.

Ketika baru membaca puisi tersebut, kita sudah langsung mendapati suasana sedih yang mengharukan.

Barangkali, penulis sedang ingin menggambarkan posisinya yang selalu bertahan walau terus tersakiti hingga akhirnya penulis harus dapat berusaha menerima perpisahan yang telah terjadi.

Puisi Ungkapan Cinta Kasih

Bahu Kecil Peraduan

Kau akan manja saat lelah
Pasca juangmu
Kau akan selalu berpulang pada bahuku
Menopangkan kepala pada bahu kecilku
Menggenggam jemari
Lalu
Menceritakan banyak hal menakjubkan yang takkan ku dengar jika bukan kau kekasihku saat itu

Kita suka berdiskusi dalam malam
Kau pria cerdas
Dan
Untuk sekedar duduk mendebatkan argumenmu
Aku perlu membaca beberapa teori dalam rak buku kamarmu

Aku tak pernah terlihat cantik denganmu
Sejak menjadi kekasihmu
Kau memuji aku cantik sebanyak satu kali
Itupun saat kukenakan baju abu-abu
Warna kesukaanmu
Barang kali warna baju itu yang kau sebut cantik

(Nur Hafizqi)

Puisi di atas berisi pujian pada bait ke-2nya, serta memiliki nuansa yang bahagia dan romantis.

Penulis ingin memberi gambaran tentang aktivitas yang dilakukan para remaja saat sedang kasmaran.

Puisi di atas juga menggambarkan bentuk cinta kasih yang terjadi di antara sepasang kekasih.

Puisi Ungkapan Rindu

Bait Rindu di Desembermu

Masih terasa renyah remahan kalbuku
Keping hati berserak rumit di tepian kalbu
Mengulas sendu dalam bait rindu

Mulutku terbungkam, sedang aksaraku ribut menggaduh
Kusesali hadirmu yang mengusang di awal desemberku
Ku nanti hadir raga sedang bayangpun enggan
Desember memaksamu menyuduti semesta di tepiannya

Hujan awal desember ini mengaduk pilu
Menerpa wajahku pada bait rindu terdahulu
Sedang yang ternanti tak kunjung menghandir

(Nur Hafizqi)

Puisi di atas berisi tentang ungkapan rindu yang dirasakan oleh penulis.

Puisi tersebut bernuansa sedih dan menceritakan tentang duka mendalam yang dirasaan oleh penulis.

Di dalam puisi juga terdapat ungkapan rasa sesal yang dirasakan atas kehadiran seseorang yang dapat membuat penulis merasakan sakit hati dan akhirnya kecewa.

Puisi Ungkapan Kemarahan

Dewi Mu

Aku adalah api yang menyala
Bersiap membakarmu dalam wujud dara jelita
Aku adalah dewi kematian yang kau sanjung
Sedang jantungmu siap kuremas hingga remuk
Aku adalah
Kepulangan dosa-dosamu pasca pemberhentian alur kisahmu dalam semesta
Berbahagialah demi dahulu
Sebab waktu masih lapang memberi jeda padaku
Terlelaplah perlahan dalam ranjangmu
Nanti
Kan kau temui tiap tusuk yang mengiringmu pada pilunya tersayat
Lalu kutuang cuka dalam bauran ragamu kekasih

(Nur Hafizqi)

Siapa yang tidak merasakan sakit hati setelah dilukai?

Puisi tersebut menggambarkan tentang dendam dan amarah dari seseorang yang telah terluka pada masa lalunya.

Seseorang tersebut digambarkan dengan bentuk dewi yang menyeramkan dan akan membalas dendam dengan cara yang kejam.

Puisi di atas bernuansa ketegangan sehingga untuk membacakannya secara maksimal agar pesan penulis tersampaikan harus dibawakan dengan penghayatan yang sesuai dan harus mampu menciptakan suasana yang menegangkan untuk pendengar.

Puisi Ungkapan Keinginan

Dua Ayunan Yang Tak Lagi Mengiring Berbarengan

Ada hari dimana aku kembali ingin ayunanku ditemani ayunanmu
Sekedar menikmati angin malam dan lampu-lampu pinggir jalan yang cahayanya menerpa wajahmu
Sebuah langkah bersamaan di bawah gerimis mengelilingi kota malam itu.
Kita tak pernah peduli
Mau kemana
Sudah dimana
Dan pukul berapa

Yang terpenting hanya tugas kuliah esok sudah terselesaikan
Kita bisa duduk kembali dipinggir lapangan itu
Dibawah pohon yang dihiasi kerlip lampu sambil menyecap es krim merah muda digenggaman masing-masing.

Bagaimana dengan suasana lapangan futsal yang ada aku dipinggirannya?
Membawa sebotol air mineral selepas lelahmu bermain?
Tidakkah ada rindu?

Percayalah
Tak ada makhluk bumi diluaran sana yang sebaik aku
Dan
Sejahat aku

(Nur Hafizqi)

Pernahkah kamu merasa rindu atau bahkan ingin kembali menikmati kebersamaan yang sebelumnya telah terjalin pada perpisahan?

Hal tersebutlah yang sedang coba digambarkan oleh penulis.

Puisi di atas berisi tentang keinginan untuk kembali mengulang banyak hal yang terjadi di antara sepasang kekasih yang telah terpisahkan.

Tidak hanya berisi harapan atau keinginan, puisi di atas juga berisi tentang ungkapan kerinduan serta keinginan untuk memiliki kembali.

Puisi Kenangan

Guliran Kisah Tahun Lalu

Malam ini, semesta menawar kebaikan padaku
Lewat selipan angin malam yang menspasi rekahan tubuh kita
Aku mengenang kisah lalu
Saat itu aku menjadi kekasihmu
Bukan selamat tidur sayang yang kuterima
Pada menit pergantian hari
Kamu beranjak dari dudukkanmu
Membawanya beranjak bersamaan pada langkahmu
Lagi-lagi kau bersembunyi pada seruan kata tanggung jawab
Aku hanya memandang
Berharap tak ada percikan api kecil yang kan membakar kita
Waktu perjalanan kalian begitu lama kekasih
Launpun pertikaian seolah enggan melepas kesempatan pada kita
Namun malam ini
Ku pikir kau milikku
Bahkan angin malam tak kuizinkan mendekap punggungmu terkecuali aku
Selamat terlelap pada pagi yang menggigil tanpaku

(Nur Hafizqi)

Puisi tersebut bernuansa kesedihan akibat ditinggalkan.

Bukan hanya itu, penulis juga menyampaikan ungkapan kerinduan dan segala kenangan yang masih diingatnya dalam kebersamaan.

Puisi tersebut banyak menggunakan kata-kata yang tidak menjuru pada hal sebenarnya sehingga kalimat yang digunakan pada setiap baitnya terkesan sederhana tetapi dapat membuat pembaca keliru dengan maksud penulis.

Puisi tersebut juga menceritakan tentang beberapa hal menyedihkan yang dirasakan oleh penulis.

Hari Pengesahan

Ini tentang kita
Malam yang diisi pada penyepakatan resmi
Udara malam itu lumayan menusuk kulitku
Tidak sampai pada rusuk

Kau mengenakan baju abu-abu kesukaanmu
Aku dengan baju putih hitamku
Lucu rasanya mengingat wajahmu saat itu
Lalu sejenak terhenti
Bagaimana bisa pria yang begitu membahagiakanku saat itu
Adalah dia yang akan menjatuhkanku terlalu lama

Kemarin, aku kembali pada tempat itu
Tempat dimana kau memintaku menjadi kekasihmu
Tak banyak perubahan disana
Aku sedikit beruntung, bangku tempat kita memulai semuanya masih kosong
Tak banyak yang berubah dari sudut itu
Terkecuali sosok yang duduk didepan retinaku
Ya, orang itu bukan lagi dirimu

Jangan berpikir aku menggantikanmu
Bukan bermaksud memuji
Hanya saja hingga sejauh ini belum ada pria yang setangguhmu dalam menjatuh cintakan aku
Lalu sosok dihadapanku yang menempati bangkumu
Ah dia
Dia adalah wanita yang paling berperan dalam kisah kita

(Nur Hafizqi)

Sama seperti sebelumnya, puisi ini juga berisi tentang kenangan dan kejadian yang dialami oleh penulis.

Puisi ini sangat dekat dengan contoh puisi modern dimana pada isinya berupa curahan hati yang ingin disampaikan oleh penulis melalui puisinya.

Pada puisi di atas penulis menceritakan kisahnya yang kembali mengunjungi tempat yang pernah dikunjunginya bersama dengan kekasihnya yang kini telah berpisah.

Seolah memiliki rekaman tersendiri, segala kenangan yang pernah terjadi kembali melintas dalam ingatannya dan membuatnya kembali terkenang pada masa lalu.

Namun, melalui bait akhir puisi penulis mencoba menguatkan diri dengan seolah telah menerima perpisahan yang telah terjadi.

Puisi Romantis Saat Hujan

Hujan di Tengah Kampus

Pada hari yang belum dikunjungi senja
Kita kembali terteguk ditemani rintihan tangis langit yang menyahdu
Kita berjarak dalam radiasi yang minim
Namun pertemuan tetap saja enggan berkunjung

Jaket hitam merah itu memeluk ragamu dengan sempurna
Selintas tertangkap tatapanmu yang menjuruh padaku
Suasana kampus memaksa kita tetap pada posisi masing-masing
Meniadakan rindu
Lalu kau beranjak dari posisimu

Hadir dan menyapa
Namun sambutku tak baik saat itu
Moodku tak bersahabat
Lipstick merah muda hampir tuaku terlihat yang ntah dimana
Barang kali kau akan bingung
Aku hanya sedang menghalau khawatir yang menjamu emosimu

(Nur Hafizqi)

Siapa yang tidak merasa senang saat hujan datang?

Hujan sering kali digunakan sebagai bentuk penyampai keinduan dan kenangan.

Puisi bebas yang terakhir ini berisi tentang kisah kasih yang terjadi dalam percintaan remaja.

Remaja memang terkenal sebagai usia yang akan meninggikan ego serta peralihan masa kanak-kanan menuju masa dewasa.

Kadang kala percintaan mereka masih sering diisi dengan rasa keegoisan dan keinginan untuk menang sendiri.

Puisi tersebut berisi tentang sepasang kekasih yang sedang berada pada suasana hujan hingga akhirnya seseorang diantara mereka mendekat, akan tetapi yang lainnya justru menjauh.

Hal tersebut merupakan sedikit gambaran dari sikap egois yang dimiliki para remaja.

Itulah beberapa contoh puisi bebas yang diharapkan mampu membuatmu larut pada masing-masing suasana yang terdapat di dalam pembuatannya serta di harapkan mampu menginspirasi dan memberikan nilai tersendiri di hati penikmatnya.

Pada dasarnya semua orang dapat menulis puisi secara bebas terkhusus pada jenis puisi modern yang mana sangat mempermudah penulisnya karena tidak terikat oleh aturan.

Selain itu pada isinya juga dapat berupa ungkapan curahan hati yang dirasakan oleh penulis.

Namun, walaupun demikian puisi haruslah dituliskan dengan balutan perasaan agar suasana yang ingin diciptakan melalui puisi lebih mudah tersampaikan serta pesan yang ada didalamnya dapat tersampaikan pula dengan tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: