6 Puisi di Film “Ada Apa Dengan Cinta”

3 min read

Puisi Ada Apa Dengan Cinta – Masih ingat dengan film “Ada Apa Dengan Cinta” atau yang kita kenal AADC?

Film yang menjadi dua season ini ternyata tidak kehilangan penikmatnya.

puisi ada apa dengan cinta 1 dan 2

Setelah merilis AADC pertama pada tahun 2002, AADC kedua pun dirilis pada April 2016 dengan jumlah penonton yang mencapai 3,6 juta penonton.

Film ini di perankan oleh beberapa aktris dan aktor ternama Indonesia seperti Dian Sastrowardoyo sebagai Cinta, Nicholas Saputra sebagai Rangga.

Selain itu ada juga Ladya Cheryl sebagai Alya, Titi Kamal sebagai Maura, Sissy Pricilia sebagai Milly, Adinia Wirasti sebagai Karmen dan disutradarai oleh Rako Prijanto.

Selain para pemainnya, tentu film ini tidak lepas dari pertanyaan siapa penulis puisi-puisi yang ada dalam film AADC tersebut.

Karena pada nyatanya film AADC sendiri merupakan film yang begitu kental membawakan beberapa puisi baik dalam AADC 1 maupun 2.

Sejumlah penulis pun meramaikan karyanya dalam film AADC ini seperti Rako Prijanto pada AADC 1 dan Sapardi Djoko Damono atau yang dikenal Aan Mansyur pada AADC 2.

Lalu apa saja dan bagaimana puisi-puisi yang ada dalam film Ada Apa Dengan Cinta tersebut, kita akan membaginya dalam puisi AADC 1 dan 2 berikut!

Puisi-Puisi dalam Ada Apa Dengan Cinta

Berbagai puisi disini bisa kamu bagikan kepada kekasih tercinta.

Aku Ingin Bersama Selamanya

Ketika tunas ini tumbuh..
Serupa tubuh yang mengakar…
Setiap nafas yang terhembus adalah kata…

Angan, debur dan emosi..
Bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat
Lidah kita menyatu

Maka setiap apa terucap adalah sabda pendita ratu
Ahh.. diluar itu pasir diluar itu debu
Hanya angin meniup saja
Lalu terbang hilang tak ada

Tapi kita tetap menari
Menari cuma kita yg tau…
Jiwa ini tandu maka duduk saja
Maka akan kita bawa…

Semua
Karena….
Kita.. Semua.. Adalah.. Satu

Puisi tersebut dibacakan oleh Cinta pada sebuah perlombaan puisi.

Puisi tersebut bercerita tentang perbedaan tentang rintangan yang akan mudah terhadapi saat bersama.

Menceritakan tentang kuatnya persahabatan yang memiliki banyak perbedaan dan rintangan dalam persahabatannya, tapi tetap bersama.

Puisi ini menceritakan persahabatan yang dijalin oleh Cinta.

Tentang Seseorang

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku…
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi… sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku mau di pasar

Bosan aku dengan penat
Enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh

Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera?
Atau aku harus lari ke hutan, belok ke pantai?

Puisi ini puisi Rangga yang pada film AADC menjadikan Rangga sebagai juara lomba.

Baca Juga :  Puisi – Puisi Untukmu yang Sedang Putus Cinta

Puisi ini bercerita tentang kesendirian yang dialami Rangga.

Jiwa yang sebenarnya mulai bosan dengan kesendirian dan sepi, tapi juga tidak ingin dalam keramaian sehingga jiwanya sampai pada titik jenuh yang dia sendiri tidak tahu mau bagaimana.

Ada Apa Dengan Cinta

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur dihatimu

Yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Baru sekali ini aku melihat karya surga dalam mata seorang hawa..

Ada apa dengan cinta
Tapi aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya

Bukan untuknya
Bukan untuk siapa
Tapi untukku..
Karena aku ingin kamu…
Itu saja…

Puisi ini dituliskan Rangga dalam buku hariannya lalu diberikan pada Cinta saat hendak pergi di Bandara.

Puisi ini bercerita tentang keindahan Cinta dan kekaguman Rangga pada Cinta, tapi mereka harus berpisah untuk sementara.

Dalam puisi ini juga menggambarkan pesan Rangga yang pergi untuk sementara dan nanti akan kembali lagi untuk menemui Cinta.

Nah, itu dia puisi-puisi yang ada dalam film AADC.

Sudahkah ada yang berhasil membawamu dalam suasana haru? Tidak hanya film AADC 1 saja, AADC 2 juga diisi beberapa puisi. Berikut :

Tidak Ada New York Hari Ini

Tidak ada New York hari ini
Tidak ada New York kemarin
Aku sendiri dan tidak berada di sini
semua orang adalah orang lain
Bahasa ibu adalah kamar tidurku
Kupeluk tubuh sendiri

Dan cinta, kau tak ingin aku
Mematikan mata lampu
Jendela terbuka
Dan masa lampau memasukiku sebagai angin
Meriang, meriang, aku meriang
Kau yang panas di kening, kau yang dingin dikenang

Puisi ini dibacakan Rangga pada pembuka film AADC 2.

Baca Juga :  Puisi Ungkapan Kerinduan Agar Rindu Berdampak Positif

Puisi yang bercerita tentang kehidupan yang berbeda dengan yang suasana sebelumnya seperti berkumpul dengan orang asing dan sebuah rindu untuk Cinta.

Batas

Semua perihal diciptakan sebagai batas
Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain
Hari ini membelah membatasi besok dan kemarin

Besok batas hari ini dan lusa
Jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota
Bilik penjara, dan kantor walikota,
Juga rumahku, dan seluruh tempat dimana pernah ada kita

Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta
Resah di dadaku dan rahasia yang menanti di jantung puisi dipisahkan kata
Begitu pula rindu
Antar pulau dan seorang petualang yang gila
Seperti penjahat dan kebaikan dihalang ruang dan undang-undang

Seorang ayah membelah anak dan ibunya dan sebaliknya
Persis segelas kopi tanpa gula pejamkan mimpi dari tidur

Apa kabar hari ini?
Lihat tanda tanya itu
Jurang antara kebodohan dan keinginanku
Memilikimu sekali lagi

Puisi ini dituliskan Rangga untuk Cinta yang bercerita tentang perbedaan jarak yang memisahkan mereka juga berbagai perbedaan yang ada.

Menceritakan juga tentang rindu yang Rangga rasa untuk Cinta sekaligus permintaan maaf dan keinginan untuk memiliki Cinta lagi.

Frase

Kadang-kadang ku pikir,
lebih mudah mencintai semua orang
Dari pada melupakan satu orang
Jika ada seorang terlanjur menyentuh inti jantungmu
Mereka yang datang kemudian
hanya akan menemukan kemungkinan-kemungkinan.

Puisi ini merupakan puisi penutup dalam film AADC 2 yang bercerita tentang kesulitan yang dirasa untuk melupakan seseorang yang dicinta.

Dan setelahnya tidak akan ada orang yang dicintai lagi selain orang yang hendak ia lupakan.

Puisi-puisi yang telah mewarnai film AADC 1 dan 2 memang menjadi daya tarik tersendiri dalam film ini.

Selain itu, latar belakang film yang mengangkat daerah-daerah di Yogyakarta ternyata mampu meningkatkan wisatawan di Yogyakarta.

Film yang menceritakan kisah cinta antara dua sejoli Rangga dan Cinta ini sungguh sangat kental dengan sastra dimana dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2 sendiri dibuka dan ditutup oleh puisi.

Bagaimana? Apakah puisi-puisi diatas sudah cukup untuk menjadi pendorongmu menulis puisi romantis?

Tidak hanya untuk kekasih, kamu juga dapat menuliskan puisi untuk sahabat-sahabatmu seperti yang Cinta tuliskan untuk sahabat-sahabatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: