Contoh Pantun Perkenalan

6 min read

Pantun Perkenalan

Pantun PerkenalanAda banyak sekali cara yang dapat digunakan untuk mengajak orang lain berkenalan. Salah satunya yaitu dengan menggunakan Pantun Perkenalan yang akan memberikan kesan berbeda bagi seseorang yang ingin diajak kenalan.

Ketika bertemu dengan orang baru, seseorang pasti akan mengawali sebuah percakapan dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Kemudian nantinya akan menjadi saling kenal atau bahkan berteman baik.

Dalam berkenalan, tidak ada salahnya jika menggunakan cara yang unik seperti halnya pantun. Baik itu diucapkan secara langsung ketika bertemu dengan orang tersebut ataupun melalui sosial media yang kini banyak digunakan.

Ada beberapa orang yang berpendapat bahwa berkenalan dengan menggunakan pantun itu sangat kuno dan ketinggalan zaman, padahal itu tidak benar sebenarnya justru akan menghibur orang lain dan menambah daya tarik tersendiri.


Langkah-langkah Membuat Pantun yang Baik dan Benar

Langkah Langkah Membuat Pantun Yang Baik Dan Benar

Sebelum membuat sebuah Pantun Perkenalan, alangkah baiknya jika mengetahui terlebih dahulu langkah-langkah menulisnya. Berikut merupakan step-step yang perlu diketahui agar hasil pantunnya dapat baik dan benar sesuai dengan kaidah.

1. Mengetahui Syarat-Syarat Utama

Dalam menulis pantun, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami ketentuan-ketentuannya terlebih dahulu. Jika hal ini diabaikan, maka akan menyalahi kaidah bahasa Indonesia. Adapun syarat-syarat utama yang dimaksud yaitu :

  • Terdapat empat baris kalimat dalam satu bait.
  • Dua baris pertama berisi sampiran-sampiran.
  • Dua baris terakhir berisi maksud atau pesan yang ingin disampaikan pembuat pantun.
  • Terdapat 8-12 suku kata dalam setiap baris pantun, tidak boleh kurang atau lebih.
  • Akhir kata dari pantun bersajak a-b-a-b

2. Menentukan Tema

Setelah memahami syarat-syarat di atas, langkah selanjutnya adalah menentukan tema yang ingin diangkat. Misalnya ketika ada sebuah acara pernikahan, maka topik yang dapat diusung adalah tentang cinta.

Tujuan dari adanya tema ini adalah agar pangun yang dibuat mempunyai arah yang jelas ditujukan untuk apa dan siapa. Jika topik tidak sesuai dengan momen yang terjadi, maka pantun tidak pantas dilantunkan.

3. Menentukan Isi Pantun

Jika tema sudah selesai ditentukan, maka dapat langsung membuat isi pantun berisi pesan-pesan yang ingin disampaikan. Isi bisa dibuat sebebas dan semenarik mungkin asalkan tidak melenceng dengan pembahasan topik.

Isi pantun terletak di bawah sampiran atau pada baris ketiga dan keempat. Jika ingin membuatnya, jangan lupa sesuaikan dengan tema. Misalnya topiknya adalah cinta maka isinya dapat berupa “kau gadis cantik jelita, yang ku sayang dan ku cinta”.

4. Membuat Sampiran Pantun

Langkah terakhir dalam menulis pantun ialah membuat sampiran. Untuk membuatnya bebas tidak harus ada sangkut pautnya dengan tema, karena hanyalah kata-kata tidak memiliki makna. Berbeda dengan isi yang wajib berkaitan dengan topik.

Cara membuat sampiran tidak begitu sulit, yaitu dengan melihat akhiran setiap baris dari isi pantun kemudian mencari satu kata yang bunyi akhirnya sama. Setelah itu, dapat memikirkan kalimat yang sesuai.

Baca Juga: Pantun Selamat Datang


Inilah Contoh-contoh Pantun Perkenalan yang Terbaru dan Terlengkap

Bukan Datang Sembarang Datang, Datang Melihat Si Jantung Hati .

Setiap orang yang baru pertama kali bertemu, pasti interaksi pertama yang dilakukan ialah berkenalan. Ketika sudah saling mengenal maka akan menjadi teman bahkan sahabat setia bersama dalam suka ataupun duka.

Berkenalan dengan menggunakan pantun ialah cara yang sangat menarik dan unik. Sesuai dengan pepatah katakan “tak kenal maka tak sayang”.  Berikut beberapa contoh Pantun Perkenalan  dapat langsung digunakan atau sebagai referensi saja.

Baca Juga: Pantun Kemerdekaan

1. Pantun Perkenalan Nama

Di bawah ini merupakan beberapa contoh pantun perkenalan nama yang dapat digunakan untuk memperkenalkan nama diri sendiri maupun menanyakannya kepada orang lain ingin diajak berkenalan.

  • Di meja ada markisa
  • Sudah habis dimakan Opa
  • Perkenalkan nama saya Annisa
  • Siswa baru jurusan IPA

 

  • Buah pepaya buaj nanas
  • Masih segar enak rasanya
  • Nama saya Indah Syannas
  • Salam kenal kalian semua

 

  • Ada sepeda yang antik
  • Dibelikan ayah Heru
  • Hai kamu gadis yang cantik
  • Boleh ku tahu siapa namamu?

 

  • Pergi berlibur ke Kota Kediri
  • Dengan keluarga naik kereta
  • Nama saya Wulandari
  • Gadis cantik asal Surakarta

 

  • Pergi jalan-jalan entah kemana
  • Membawa uang hanya sepuluh ribu
  • Hai teman-teman semua
  • Saya Gilang mahasiswa baru

 

  • Ada bola dibawa Kang Akum
  • Lalu dilempar ke arah Mumu
  • Hai Assalamu’alaikum
  • Siapakah namamu?

 

  • Pergi ke pantai cari kerang
  • Kembali juga dapat ikan
  • Saya Rani dari sekolah sebrang
  • Pindah kemari bertemu kalian

 

  • Di dapur ibu masak sawi
  • Dicampur mie nikmat rasanya
  • Nama saya Ratna Dewi
  • Asal saya dari Surabaya

 

  • Anak kecil berlari-lari
  • Sambil tertawa bahagia
  • Salam manis dari saya Aini
  • Putri bungsu yang baik hatinya

 

  • Beli duku di Pasar Minggu
  • Beli tahu di Tanah Abang
  • Apakah boleh saya tahu
  • Siapakah namamu Bang?

2. Pantun Perkenalan Kelompok

Berikut merupakan contoh pantun perkenalan kelompok yang dapat digunakan sebagai yel-yel, hiburan atau sekedar memperkenalkan nama regu di sekolah atau di lembaga bimbingan belajar lainnya.

  • Di Bandung masih belum hujan
  • Di Jakarta hujannya lebat
  • Kami adalah kelompok delapan
  • Satu-satunya kelompok yang hebat

 

  • Adik nangis karena terbentur
  • Sudah diam dihibur mama
  • Perkenalkan saya Guntur
  • Perwakilan kelompok lima

 

  • Buah jeruk buah delima
  • Gratis dikasih bu Sari
  • Kami kelompok pertama
  • Siap maju untuk presentasi

 

  • Jalan-jalan ke Yogyakarta
  • Kesana naik kereta api
  • Kini sudah giliran kita
  • Kelompok dua yang keren sekali

 

  • Ada tupai lompat-lompat
  • Ada burung masih di sarang
  • Disini kami berempat
  • Kelompok tiga siap menang

 

  • Pergi warung ingin beli mie
  • Mie instan rasa rendang
  • Jangan coba remehkan kami
  • Regu enam yang pasti menang

 

  • Beli celana ternyata sangat kebesaran
  • Bawa ke penjahit agar dikecilkan
  • Hei, jangan bangga dulu kawan
  • Kelompok dua siap mengalahkan

 

  • Kakak sakit ingin sembuh
  • Sudah rindu pergi jalan dan jajan
  • Inilah kami kelompok tujuh
  • Baik hati, sopan dan calon kekasih idaman

 

  • Orang ini namanya Tomi
  • Orang Jepang jalan amat cepat
  • Kalau ingin tahu nama kelompok ini
  • Regu hebat dari kelompok empat

 

  • Bercanda jangan di bawa ke hati
  • Nanti bisa sedih keterusan
  • Sebaiknya beri jalan saja untuk kelompok ini
  • Sebab kelompok lima hendak maju ke depan

3. Pantun Mengajak Berkenalan

Percakapan pertama ketika baru bertemu dengan orang lain pastilah tentang perkenalan. Tidak ada salahnya jika lebih dahulu mengajak berkenalan untuk menambah teman baru atau relasi. Berikut beberapa contoh yang dapat digunakan.

  • Dia pria sangat gagah
  • Punya istri cantik rupawan
  • Hai kamu yang berbaju merah
  • Bolehkah kita berkenalan

 

  • Bunga mawar mulai merekah
  • Ku sirami terus sejak awal
  • Sebelum nanti kita berpisah
  • Izinkan kita saling mengenal

 

  • Kura-kura berjalan pelan
  • Hampir saja ingin ku tarik
  • Marilah kita berkenalan
  • Menambah teman sangatlah baik

 

  • Pergi ke luar mencari cemilan
  • Pulang bawa cemilan roti
  • Alangkah bahagia dapat kenalan
  • Dengan kamu yang baik hati

 

  • Hari raya punya baju baru
  • Hati saya senang sekali
  • Maukah berkenalan denganku
  • Pria yang sederhana ini

 

  • Berangkat sekolah bawa bekal
  • Jangan enggan berbagi dengan kawan
  • Tidak ada salahnya saling kenal
  • Jalin persaudaraan sesama teman

 

  • Putih-putih santan kental
  • Merah merona pipi gadis ayu
  • Bolehkah kiranya saling mengenal?
  • Untung-untung dapat nomor teleponmu

 

  • Ulang tahun maunya kue tart
  • Tidak lupa minta didoakan
  • Boleh minta waktu sebentar?
  • Ngobrol tipis sambil kenalan

 

  • Adik nangis minta mainan
  • Melihat iklan mainannya di koran
  • Apakah gerangan keberatan
  • Bila kiranya diajak berkenalan?

 

  • Kalau berbisnis jangan ragu-ragu
  • Agar dapat sukses kemudian
  • Mohon maaf bila mengganggu
  • Diri ini hanya ingin mengajak kenalan

4. Pantun Menolak Perkenalan

Ketika tidak mau diajak berkenalan karena memang enggan, sibuk atau terburu-buru pergi ke suatu tempat dapat menolaknya dengan menggunakan pantun. Usahakan kalimat dalam pantun tidak akan menyakiti hati orang tersebut.

  • Cari tempat tak kunjung dapat
  • Ternyata alamatnya keliru
  • Mohon maaf tidak sempat
  • Saya sedang terburu-buru

 

  • Ke toko beli sepatu
  • Ke pasar beli kemiri
  • Bagaimana kalau lain waktu
  • Sekarang saya sibuk sekali

 

  • Gunung semeru tinggi sekali
  • akan kesana di hari sabtu
  • Tidak bisa untuk saat ini
  • Semoga jumpa di lain waktu

 

  • Jika sholat luruskan shaf
  • Jika makan ambil ketan
  • Saya ucapkan beribu maaf
  • Karena saya enggan berkenalan

 

  • Adik lapar ingin makan
  • Kata ibu tunggu dua menit
  • Saya tidak mau berkenalan
  • Karena kamu sudah genit

 

  • Jika ingin pergi mengajak jalan-jalan
  • Naiklah mobil yang baru
  • Jangankan pergi berkencan
  • Berkenalan saja saya tidak mau

 

  • Musim corona di rumah saja
  • Kalau makan jangan lupa cuci tangan
  • Jika ingin kenal, maaf tidak bisa
  • Saya sibuk banyak urusan

 

  • Berbulan-bulan kekasih ada di sana
  • Jadi rindu ingin ketemu
  • Entah kenapa hati Saya
  • Merasa malas berkenalan dahulu

 

  • Tangan ayah pegal-pegal
  • Dipijit biar mendingan
  • Jangankan saling kenal
  • Melihat saja sudah bosan

 

  • Beli ganteng dapatnya kayu
  • Beli bubur dapatnya ketan
  • Jangan sesekali mencoba merayu
  • Diri ini tidak ingin berkenalan

5. Pantun Perkenalan yang Lucu

Mengajak berkenalan seseorang juga bisa dilakukan dengan menghibur hati orang tersebut. Agar percakapan dapat lebih menyenangkan. Berikut merupakan contoh pantun perkenalan yang lucu cocok untuk digunakan.

  • Di pantai ada pria tampan
  • Ku dekati agar dapat dirayu
  • Maksud hati ingin berkenalan
  • Apalah daya saya pemalu

 

  • Bila pergi tinggalkan pesan
  • Bila datang bawa sesuatu
  • Izinkan saya berkenalan
  • Siapa tahu  berjodoh denganmu

 

  • Menyebrang naik sampan
  • Agar tak jatuh ku pegang tanganmu
  • Berilah satu kesempatan
  • Untukku yang ingin mengenalmu

 

  • Kaulah yang ku dambakan
  • Gadis manis semanis madu
  • Maksud hati ingin berkenalan
  • Bukanlah ingin merayu

 

  • Ada babi dimakan haram
  • Ada rendang dimakan halal
  • Janganlah kau salah paham
  • Bukan macam-macam hanya ingin kenal

 

  • Peristiwa kelam coba lupakan
  • Peristiwa senang yang dikenang
  • Seperti yang pepatah katakan
  • Tak kenal maka tak sayang

 

  • Malam-malam melihat bintang
  • Ingin memegang namun tak sampai
  • Bisakah berkenalan dengan abang
  • Siapa tahu nanti jadi mempelai

 

  • Ada anak jualan koran
  • Membeli satu harganya tiga ribu
  • Janganlah enggan berkenalan
  • Siapa tahu nanti naksir padaku

 

  • Buat teh tapi gulanya habis
  • Beli ke toko uangnya hilang
  • Dari sekian banyaknya gadis
  • Lebih tertarik mengenalmu seorang

 

  • Pergi ke pantai naik vespa
  • Lewat selatan jalannya buntu
  • Setiap hari ingin menyapa
  • Tapi sebutkan dulu siapa namamu

6. Pantun Berkenalan dengan Teman

Contoh pantun yang terakhir yaitu tentang berkenalan dengan teman, baik yang ditemui di sekolah maupun di luar lembaga bimbingan belajar misalnya lingkungan rumah, tempat umum, atau ketika rekreasi ke suatu daerah.

  • Jalan-jalan ke Lamongan
  • Bertemu gadis berjilbab biru
  • Mari kita berkenalan
  • Agar punya teman yang baru

 

  • Makan mie jangan lupa pakai sambal
  • Jangan banyakagar tak kepedesan
  • Disini kita saling mengenal
  • Dan juga menjadi kawan

 

  • Tingginya pohon cemara
  • Tak setinggi gunung semeru
  • Kenalkan saya Amira
  • Boleh ku tahu siapa namamu

 

  • Bila kamu ingin berjumpa
  • Maka cepatlah kamu balik
  • Kita sama jurusan IPA
  • Marilah kita berteman baik

 

  • Ke pasar membeli baju
  • Ku coba ternyata kegedean
  • Terima kasih sudah membantu
  • Bisakah kita berkenalan

 

  • Lauk sederhana ketika makan
  • Tak apalah asalkan halal
  • Hallo teman-teman
  • Saya Fina salam kenal

 

  • Pergi ke pasar membeli kentang
  • Dijadikan lauk untuk makan
  • Saya Zara dari Jombang
  • Mengajak kalian untuk berteman

 

  • Di hutan ada orang utan
  • Berwarna hitam menakutkan
  • Jangan berfikir sendirian
  • Ada Saya yang ingin berteman

 

  • Bocah ganteng namanya Gopal
  • Tetap bekerja meski anak konglomerat
  • Bolehkah kiranya kita saling kenal?
  • Syukur-Syukur bisa bersahabat

Demikianlah beberapa contoh mengenai Pantun Perkenalan beserta penjelasan langkah-langkah membuat agar bisa dengan mudah menulisnya. Penulis berharap artikel ini dapat memberi bermanfaat dan membantu kalian semua.

Tidak perlu malu, berkenalan dengan menggunakan pantun karena akan memberikan kesan tidak terlupakan bagi orang yang ingin dikenal. Selain itu juga akan diingat sebagai seseorang yang menyenangkan dan humoris.

Dalam menulis pantun sebaiknya membaca terlebih dahulu langkah-langkah membuatnya agar wawasan mengenal sastra tidak setengah-setengah dan hasil pantun yang dibuat benar serta sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Contoh Pantun Minang

bikinartikel
3 min read

Contoh Pantun Jawa

bikinartikel
4 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *