Pantun Pembuka Salam, Jadikan Sambutan Acara Lebih Menarik

6 min read

Pantun Pembuka Salam

Pantun Pembuka SalamSebuah pantun menjadi sebuah hal yang sering digunakan untuk mengekspresikan sebuah kata-kata baik untuk pidato maupun yang lainnya. Banyak sekali penggunaan pantun pembuka salam yang diusung agar menarik ketika melakukan sambutan.

Adanya sampiran dan juga isi menjadi ciri utama dari adanya pantun tersebut. Ketika menggunakan sebuah pantun, ada maksud tersendiri yang relevan dengan isi sebuah pidato atau sambutan yang hendak disampaikan.

Pemilihan kata yang tepat serta unik bisa menjadikan daya tarik bagi orang yang mendengarkannya. Untuk lebih lanjut akan penggunaan pantun sebagai pembuka salam tersebut, berikut ulasannya!


Pantun Pembukaan Sebuah Acara

Pantun Pembukaan Sebuah Acara

Dalam berbagai acara, tentu akan sangat menarik ketika menggunakan sebuah pantun dalam  melakukan salam pembukaannya. Lain acara tentunya lain pula pantun yang diusung.

Acara yang dimaksud di sini bisa berupa acara yang umum, resmi, maupun bebas. Tentunya tujuan utama ketika menggunakan sebuah pantun untuk pembuka salam ini yaitu agar semakin menarik audiens. Berikut beberapa contoh pantun dalam berbagai acara:


1. Pembuka Salam Untuk Kegiatan

Dalam membuka berbagai kegiatan, alangkah menarik jika menggunakan pantun pembukaan salam. Hal ini menjadikan orang lebih fokus ketika hendak mendengarkan pembicaraan berikutnya. Berikut contoh pantun yang bisa dicoba, diantaranya:

  • Ke lapangan menggembala keledai
  • bawa unta ke tengah gurun
  • Sebelum acara kita mulai
  • Izinkan saya membawakan pantun

 

  • Anak kecil bicara gagap
  • Ngobrol dengan paman dan bibi
  • Salam pertama tak terjawab
  • Akan ku ulangi sekali lagi

 

  • Belajar dengan guru matematika
  • Setelah itu pulang ke rumah
  • Sebelum acara di buka
  • Mari bersama ucapkan bismillah

 

  • Hari sabtu bisa lari pagi
  • Main tamasya bersama pacar
  • Tampaknya hadirin masih sepi
  • Lebih baik kita tunggu sebentar

 

  • Di lantai bentangkan tikar
  • Tempat duduknya para tamu
  • Sebelum acara kita gelar
  • Adakah yang ingin bertanya dulu?

 

  • Sarapan pagi dengan ketan
  • Setelah itu mencuci kain
  • Dengan senang hati saya ucapkan
  • Selamat datang para hadirin

 

  • Air mata jatuh berderai
  • Karena menonton film korea
  • Dikarenakan masyarakat sudah ramai
  • Alangkah baiknya kita mulai saja

 

  • Melati kuntum tumbuh melata
  • Sayang merbah di pohon cemara
  • Assalamualaikum mulainya kata
  • Saya sembah pembuka bicara

 

  • Tv rusak jangan dipukul
  • Nanti bisa jadi mati
  • Karena semua sudah berkumpul
  • Maka akan saya buka acara ini

 

  • Ingin rasa memakan kari
  • Kari cendawan batang keladi
  • Girang rasa tidak terperi
  • Bertemu rekan yang baik budi

 

  • Mencari timba si anak dara
  • Di bawah sarang burung tempua
  • Salam sembah pembuka bicara
  • Selamat datang untuk semua

 

  • Nelayan menangkap ikan tongkol
  • Dijual ke pasar raya
  • Saya di sini sebagai protokol
  • Semoga bisa membawakan acara

 

  • Sayang kumbang mencari makan
  • Terbang sering di tepi kali
  • Selamat datang kami ucapkan
  • Moga diiring restu ilahi

 

  • Awan cerah biru langitnya
  • Mulai mendung ketika sore hari
  • Adapun susunan acara kita
  • Adalah sebagai berikut

 

  • Ke pekan kuala membeli bangkai
  • Sayang pesanan terlupa sudah
  • Majlis bermula tirai terbuka
  • Dengan alunan madah yang indah

2. Pantun Pembuka Salam Untuk Pidato

Lain halnya dengan pantun pembuka untuk kegiatan. Sebuah pidato memerlukan pantun seperti halnya dalam bagian pembukaan. Hal tersebut bertujuan agar audiens mampu tertarik mendengarkan pidato yang ada, berikut contohnya:

  • Simpan jarum dalam peti
  • Jika terinjak kaki akan terluka
  • Bapak ibu guru yang saya hormati
  • Izinkan saya menyampaikan satu dua kata

 

  • Tetak buluh kajang sepuluh
  • Laksana dititing kias ibarat
  • Angkat tangan jemari sepuluh
  • Mulai acara berdoa selamat

 

  • Garam ada kicap pun ada
  • Sayang lada berwarna biru
  • Pantun ada ucapan ada
  • Mari kita mulai doa dulu

 

  • Pergi ke dapur memakai sepeda
  • Untuk membuat sayur dan lada
  • Kepada protokol yang membawaa acara
  • Terima kasih atas waktunya

 

  • Sirih berlipat sirih pinang
  • Sirih dari pulau mutiara
  • Pemanis kata selamat datang
  • Awal bismillah pembuka bicara

 

  • Jalan jalan ke kota merapi
  • Pulangnya membawa sebungkus soto
  • Saya berdiri di mimbar ini
  • Untuk membawakan sebuah pidato

 

  • Melati kuntum tumbuh melata
  • Sayang merbah di pohon cemara
  • Assalamualaikum mulainya kata
  • Saya mulai pembuka bicara

 

  • Cikarang panas di siang hari
  • Ditambah macet yang sangat padat
  • Pada kesempatan yang berbahagia ini
  • Izinkan saya memberi amanat

 

  • Indah bermalam di awan petang
  • Berarak di celah pohon ara
  • Pemanis kalam selamat datang
  • Awal bismillah pembuka bicara

 

  • Taman kartini dikelilingi kayu jati
  • Didalamnya banyak jenis hewan
  • Sebelum memulai pidato ini
  • Izinkan saya menyapa hadirin sekalian

 

  • Air mata jatuh berderai
  • Karena menonton film korea
  • Sebelum acara dimulai
  • Marilah serentak mengucapkan doa

 

  • Mega berarak indah berbalam
  • Dipuput bayu ke pohon ara
  • Pemanis kalam selamat malam
  • Awal bismillah pembuka bicara

3. Pantun Pembuka Salam Untuk Presentasi

Presentasi terbilang sangat familiar terlebih dalam dunia pendidikan dan juga seminar. Tema yang diangkat dalam setiap pertemuan mengharuskan pembukaan yang menarik agar audiens tertarik. Berikut beberapa pantun pembuka untuk presentasi:

  • Hari minggu berjalan santai
  • Menuju pusat kota kediri
  • Sebelum presentasi dimulai
  • Izinkan saya memperkenalkan diri

 

  • Ke sawah menanam padi
  • Perginya naik kerbau
  • Sebelum presentasi dimulai
  • Izinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu

 

  • Ambil kayu untuk membuat meja
  • Kayu disatukan dengan paku
  • Sebelum presentasi di buka
  • Kuucapkan salam terlebih dahulu

 

  • Mancing ikan di pinggir danau
  • Dapatnya ikan kerapu
  • Sebelum presentasi dimulai kuucapkan salam terlebih dahulu

 

  • Ada timur dan selatan
  • Ada barat dan juga utara
  • Selamat pagi kuucapkan
  • Untuk teman-teman audiens semua

 

  • Dua tiga anak nelayan
  • Pergi ke laut mencari ikan
  • Salam hangat saya ucapkan
  • Sebelum presentasi dilaksanakan

 

  • Setiap minggu belajar tari
  • Tarinya tari berudu
  • Sebelum presentasi kumulai
  • Mari kita berdoa dulu

 

  • Jalan-jalan ke jakarta
  • Berkunjung ke kota tua
  • Berhitung satu dua tiga
  • Presentasi segera kita buka

 

  • Berangkat sekolah pakai sepeda
  • Berangkatnya kesiangan
  • Salam sapa untuk semuanya
  • Para pendengar sekalian

 

  • Pergi ke kebun mencari durian
  • Pulangnya ketika pagi hari
  • Terima kasih atas kesempatan
  • Untuk mengisi presentasi ini

 

  • Makan malam dengan ikan asin
  • Ikan asin rasanya asin
  • Salam hangat saya ucapkan
  • Sebelum presentasi dilaksanakan

 

  • Ambil mangga dengan galah
  • Diambil paman berbadan kekar
  • Mari ucapkan bismillah
  • Semoga presentasi hari ini lancar

 

  • Bertemu dijalan dengan teman
  • Sahabat lama berjumpa kembali
  • Saya berdiri di hadapan kalian
  • Untuk membawakan presentasi

4. Salam Pembukaan Di Sebuah Majelis

Dalam sebuah majelis, tentu banyak acara yang menjadikan pertemuan. Ketika membuka acara, bisa dengan menggunakan pantun pembuka salam yang menarik, diantaranya:

  • Embun datang bunga menguntum
  • Surya datang pecahlah pagi
  • Ku ucapkan assalamualaikum
  • Untuk kalian yang dihati

 

  • Jauh pulau dari malaka
  • Pergi haji ke kota mekah
  • Dengan bismillah acara dibuka
  • Moga acara mendapat berkah

 

  • Sunan kudus pergi ke uban
  • Pakaian putih sangat bersih
  • Waalaikumsalam sebagai jawaban
  • Kuucapkan pula terima kasih

 

  • Tanjung pinang tanjung pura
  • Pantai indah pohon kelapa
  • Hati senang jiwa gembira
  • Di sini dengan saudara saya berjumpa

 

  • Kalau tau bunga setanggi
  • Dari melayu sebelah barat
  • Assalamualaikum selamat pagi
  • Ku sapa engkau dengan hangat

 

  • Ikan tenggiri dalam rantang
  • Burung nuri hingga ke dahan
  • Kami ucapkan selamat datang
  • Silahkan cicipi kue suguhan

 

  • Setelah minum gelas diletakan
  • Jangan lupa syukur dan sembahyang
  • Assalamualaikum ku ucapkan
  • Apa kabarmu rekanku sayang

 

  • Ingin wangi pakai parfum
  • Badan bagus laksana raja
  • Kujawab assalamualaikum
  • Kabarku baik-baik saja

 

  •  Bintang bersinar diwaktu malam
  • Betapa indahnya masya Allah
  • Terimalah salam mulia dari Islam
  • Assalamualikum warohmatulloh

 

  • Salam sejahtera kami ucapkan
  • Buat semua hadirin hadirat
  • Selamat datang tuan dan puan
  • Semoga majelis kita membawa berkat

 

  • Matahari terbit pagi menjelang
  • Burung kasuari menari-nari
  • Kami ucapkan selamat datang
  • Terima kasih berkenan kemari

 

  • Biarkan kayu menjadi abu
  • Abuny apanas tak dingin-dingin
  • Selamat datang bapak dan ibu
  • Tetap semangat meskipun dingin

 

  • Pagi hari makan nasi
  • Lauknya ada ikan bakar
  • Kita semua ada disini
  • Untuk usaha yang sangat besar

 

  • Air beriak tanda tak dalam
  • Air tenang menghanyutkan
  • Izinkan saya ucapkan salam
  • Untuk para hadirin sekalian

 

  • Sangat lebat kebun pepaya
  • Pepaya diangkut dengan motor
  • Mohon maaf dari saya
  • Selanjutnya dipimpin moderator

 

  • Nonton tv acara D’Academy
  • Isinya canda dan tawa
  • Hadirin sekalian selamat pagi
  • Semoga selalu sehat bahagia

 

  • Ngemil santai makan kuaci
  • Makannya di atas meja
  • Sebelum acara ini dimulai
  • Assalamualaikum jangan lupa

 

  • Jika nanti hujan telah turun
  • Turunnya pasti beramai-ramai
  • Puji syukur kepada Tuhan
  • Telah mempertemukan kita di acara ini

 

  • Sore hari makan buah anggur
  • Buah anggur manis rasanya
  • Untuk hadirin yang sudah hadir
  • Salam hormat untuk semuanya

5. Pantun Pembuka Kegiatan Yang Lucu

Lain halnya dengan sebuah pantun salam biasa. Ketika membuat sebuah pantun salam yang lucu, tentu orang yang mendengarkan bisa tertawa. Untuk mengetahui pantun pembukaan salam yang lucu, berikut ulasannya!

  • Bertemu teman yang lama tak sua
  • Ternyata dia bergelar sarjana hukum
  • Assalamualikum kawan semua
  • Semoga bibir berhias senyum

 

  • Mentari terbit belum tinggi
  • Baru sejengkal sepanjang lari
  • Assalamualaikum selamat pagi
  • Moga berkah atasmu sepanjang hari

 

  • Ada tikus mencari makan
  • Mencari jalan banyaknya cara
  • Salam manis saya tuturkan
  • Sebagai salam pembuka acara

 

  • Pak camat jualan tomat
  • Yang beli harus hormat
  • Apabila kita umat nabi Muhammad
  • Jawablah salam dengan semangat

 

  • Profesor boleh bangga dengan kepala otaknya
  • Presiden boleh bangga dengan jambatannya
  • Amerika boleh bangga dengan kecanggihannya
  • Umat islam harus bangga akan salamnya

 

  •  Ada cewek namanya jamilah
  • Orangnya manis seperti gula
  • Maad nanti kalau banyak salah
  • Maklumlah masih pemula

 

  • Hari minggu berangkat kemah
  • Tempatnya jauh di pinggir rumah
  • Ini bukan sembarang ceramah
  • Ini ceramah pasti yahud dan wah

 

  • Badan kurus karena kurang makan
  • Badan gemuk karena kebanyakan makan
  • Mumpung salam belum saya ucapkan
  • Yang ingin ke wc saya persilakan

 

  • Beli bakso di kasih gulai
  • Beli tanaman di kasih bonsai
  • Kalau ceramah saya mulai
  • Di larang pergi sebelum selesai

 

  • Pagi-pagi bersihin rumah
  • Bersihnya sambil dengerin musik
  • Saya di sini mau ceramah
  • Pokoknya dijamin seru dan asyik

 

  • Pergi apel naik kapal selam
  • Pulangnya naik kereta uap
  • Kalau saya nanti memberi salam
  • Jangan lupa hadirin menjawab

 

  • Persib bandung melawan mitra kukar
  • Sriwijaya melawan semen padang
  • Tolong hadirin siapkan tikar
  • Karena pidato saya agak panjang

6. Pantun Salam Untuk Persembahan

Ketika sebuah acara di persembahkan atau khusus untuk seseorang, akan terasa istimewa ketika kita memberikan sebuah pantun. Untuk contoh dari pantun salam persembahan ini diantaranya:

  • Angin malam membawa nikmat
  • Tidur dalam keadaan utuh
  • Saya sampaikan kepada Muslimin muslihat
  • Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh

 

  • Duduk di kursi berpangku tangan
  • Sambil membaca puisi sastra
  • Dengarlah syair kami bacakan
  • Untuk menghilangkan duka dan lara

 

  • Wa’tasimu bihablillahi hijami’au wala tafarraqu
  • Firman allah kalam yang baku
  • Sampai di akhir zaman terus berlaku
  • Salam permulaan awal  wahai saudaraku

 

  • Terima kasih saya ucapkan        *
  • Kepada guru handai dan taulan
  • Inilah syair kami  persembahkan                 
  • Dalam  kegiatan acara perpisahan

 

  • Kalau katanya janggal dan lucu     *
  • Janganlah marah berhati rancu
  • Sekedar bergurau maksud mengacu
  • Tertawa gembira maksud dipaku

 

  • Hati-Hati dengan makan kena lalat
  • Bisa jadi kita terkena sakit
  • Mari kita buka dengan sholawat
  • Agar acara kita tambah nikmat

 

  • Putri berpayung pergi kepekan 
  • Sampai ke pantai pasir juragan
  • Dari tanah kayong kami persembahkan
  • Seuntai melati syair karangan

 

  • Sampai di pantai pasir juragan
  • Tafakur merenung kenangan lama
  • Seuntai melati syair karangan
  • Dalam acara perpisahan anak murid kita

 

  • Dari aljazair ke lembah balkan
  • Duduk di kursi berpangku tangan
  • Inilah syair kami persembahkan
  • Untuk dokumentasi suatu kenangan

Beberapa pantun pembuka salam tersebut tentunya bisa disesuaikan dengan acara dan juga kegiatan yang dilakukan. Ketika mampu melakukan pembukaan sebuah acara dengan menarik, tentunya audiens akan memperhatikan saksama.

Sebuah pantun tersebut bisa menjadi sarana untuk pembukaan baik itu pidato, percakapan. Maupun yang lainnya. Semakin menarik pantun yang dibuat dan dibawakan, semakin besar pula informasi yang kita berikan didengarkan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: