N.Hafizqi N.Hafizqi nama pena dari seorang perempuan yang dilahirkan pada bulan ke-2 terakhir dalam tahun masehi. Menyukai warna merah muda serta puisi sebagai karya sastra yang memiliki berjuta teka-teki sebagai pemahaman.

13 Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Wajib Kamu Coba

3 min read

Oleh-Oleh Khas Wonosobo – Siapa yang tidak mengenal Wonosobo? Sebuah kabupaten yang ada di Jawa Tengah ini terkenal sebagai kota bunga dimana memiliki banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan.

Selain itu juga memiliki beragam kebudayaan serta beragam makanan khas yang menggugah selera, tentu tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Wonosobo tanpa merasakan makanan khasnya.

Oleh-Oleh Khas Wonosobo

Untuk kamu yang juga ingin membawakan sesuatu buat keluarga serta para sahabat, jangan ragu… pasalnya makanan khas Wonosobo juga layak untuk dijadikan sebagai buah tangan.

Selain cita rasanya yang memiliki ciri khas tersendiri, beberapa makanan khas Wonosobo ini juga praktis untuk dibawa sebagai oleh-oleh.

Apa saja ya makanan khas Wonosobo? Yuk, kita simak uraian berikut!

[lwptoc]

1. Kacang Dieng

Untuk kamu wisatawan yang berasal dari daerah yang jauh dari Wonosobo, kacang Dieng ini adalah oleh-oleh yang cocok untuk kamu bawa pulang.

Kacang Dieng sendiri merupakan jenis kacang-kacangan yang hanya tumbuh di daerah ini.

Pengolahannya yang digoreng membuat kacang ini menjadi makanan kering yang kamu tidak harus takut akan basi.

Ukuran kacangnya yang besar serta baluran tepung dan tambahan bumbu yang ditabur tentu menambah cita rasa dari kenikmatan kacang Dieng ini.

Sensasi rasa gurih saat mengunyahnya tidak kalah dengan ukuran kacangnya yang besar bahkan karena ukurannya tersebut, kacang ini lebih dikenal dengan nama “Kacang Babi”.

Selain gurih dan nikmat, harga kacang Dieng ini juga termasuk ekonomis.

2. Purwaceng

Tidak kalah populer dengan kacang Dieng, purwaceng merupakan salah satu tanaman herbal yang juga hanya terdapat di daerah ini.

Tanaman herbal dengan banyak khasiat ini sering dipilih para wisatawan sebagai buah tangan mereka saat pulang.

Beberapa khasiat dari purwaceng yaitu untuk mengatasi pegal-pegal, meningkatkan metabolisme tubuh, saraf dan otot.

Selain itu juga mengatasi masuk angin, melancarkan buang air kecil, menurunkan panas, penghilang rasa sakit, sebagai anti bakteri, obat cacing, anti kanker dan menghangatkan tubuh.

Tanaman herbal yang satu ini juga digunakan sebagai obat kuat, bahkan dalam pengemasan produksi obat kuatnya sudah menggunakan pengolahan yang modern.

Tanaman ini sering diolah sebagai teh dan sebagai campuran kopi untuk mempermudah penyajiannya.

3. Kripik Jamur

Tidak diragukan lagi bahwa kabupaten Wonosobo merupakan salah satu kabupaten penghasil jamur terbesar.

Maka tidak heran banyak industri rumahan yang memanfaatkan jamur sebagai bahan baku olahannya.

Walaupun banyak kripik jagung yang terdapat di daerah lain, tetapi bumbu rempah yang digunakan untuk membuat kripik jamur Wonosobo ini memiliki kekhasan tersendiri.

4. Sagon

Siapa yang tidak kenal dengan sagon? Olahan kue kering tradisional ini terbuat dari tepung sagu yang dicampur dengan taburan kelapa dan gula.

Oleh oleh khas Wonosobo yang dipanggang dengan arang maupun kayu bakar ini memang memiliki cita rasa yang manis dan gurih.

Bentuk sagon yang bulat dan tebal biasanya menjadi penarik pembeli untuk membelinya lagi.

Selain itu karena tergolong kue kering, makanan yang satu ini cocok banget untuk kamu jadikan oleh-oleh saat pulang.

Jika ingin membelinya, kamu dapat mengunjungi pasar Induk disana dimana terdapat penjual sagon yang menjualnya dalam keadaan hangat.

5. Mi Ongklok

Jika berbicara kuliner, Indonesia tentu tidak akan terlepas dengan kekayaan rempah-rempahnya terkhusus daerah Jawa yang memiliki aneka bakmi dengan bumbu rempahnya.

Mi ongklok sendiri merupakan bakmi khas dari Wonosobo yang berhasil menjadi salah satu ikon kabupaten Wonosobo.

Campuran mi, kubis, kol dan daun kucai yang dilumuri bumbu kacang akan semakin lengkap jika ditemani dengan sate dan aneka gorengan.

Tidak hanya dengan bumbu kacang, mi ongklok juga dapat dinikmati dengan kuah kental bercampur kanji.

Nama mi ongklok sendiri didapat karena menggunakan saringan mi yang terbuat dari anyaman bambu yang disebut ongklok.

Selain dapat menikmati mi ongklok yang tinggal santap, kamu juga bisa membeli mi ongklok mentah sebagai buah tangan sehingga lebih tahan lama dan dapat kamu olah sendiri.

Mi ongklok dapat kamu temui di pedagang kaki lima pinggir jalan.

6. Opak Singkong

Makanan yang memiliki cita rasa asin, renyah dan gurih ini tentu cocok untuk kamu nikmati di Wonosobo maupun sebagai buah tangan.

Pengolahannya yang terbuat dari ubi yang dihaluskan, ditambahkan garam dan beberapa bumbu tambahan kemudian dijemur lalu digorenglah yang membuat rasa opak ini menjadi nikmat.

Jika kamu ingin membawanya sebagai buah tangan, disarankan untuk membeli yang setengah matang ya.

7. Carica

Sebagai buah khas Wonosobo, tentu tidak lengkap jika tidak ada oleh-oleh berbahan dasar carica.

Bentuk carica sendiri mirip dengan pepaya, tetapi dengan ukuran yang lebih kecil dan uniknya buah ini hanya dapat tumbuh di Dieng.

Rasanya yang asam dan manis pada saat mentah membuat buah ini dinikmati dalam bentuk olahan.

Untuk dijadikan sebagai buah tangan biasanya carica diolah menjadi manisan maupun sirup.

Harganya sendiri berkisar Rp 10.000 sampai Rp 15.000 per botolnya.

Selain dapat membelinya secara langsung, olahan carica dapat juga kita beli secara online.

8. Terong Belanda

Buah yang memiliki banyak khasiat ini ternyata merupakan oleh-oleh khas Wonosobo juga.

Biasanya dibeli dalam bentuk buah, tetapi dijual juga dalam bentuk olahan sirup.

Ingin membeli dalam bentuk buah maupun sirup terong Belanda ini sangat cocok untuk kamu bawa pulang.

Banyak masyarakat Wonosobo yang menjual terong segar ini dengan harga yang murah.

Selain dapat membawanya pulang dalam bentuk buah segar, kamu juga dapat menikmatinya sebagai jus.

Banyak masyarakat Wonosobo yang menjual jus buah terong belanda dengan harga yang murah.

9. Dendeng Gepuk

Setelah makanan ringan, aneka oleh-oleh berikutnya adalah suatu makanan yang sangat cocok disantap dengan nasi dan sambal bernama dendeng gepuk.

Pengolahannya yang menggunakan daging pilihan membuat dendeng gepuk menjadi oleh-oleh yang unggul di Wonosobo.

Selain menggunakan daging pilihan, dendeng gepuk khas Wonosobo juga memiliki cita rasa khas tersendiri yang tidak akan ditemukan di tempat lain.

Makanan ini biasa ditemui di pusat kota dengan harga yang bervariasi juga, biasanya mulai bertarif sekitar Rp 100.000 perkotaknya.

10. Tempe Kemul

Tempe yang dicampur dengan aneka sayuran serta bumbu dan ditambahkan aneka rempah pilihan membuat jajanan ini menjadi menu gorengan sehat yang wajib dicoba maupun dibawa pulang dari Wonosobo.

Harganya yang ekonomis membuat makanan ini sering diburu para pembeli gorengan kaki lima.

11. Teh Tambi

Rekomendasi menu yang satu ini sangat cocok untuk para penggila teh.

Pasalnya teh tambi sendiri merupakan olahan dari pucuk teh pilihan yang ditanam dengan ketinggian 4500dpl.

Jadi sangat cocok untuk dinikmati bersama keluarga atau kerabat dirumah.

Selain rasanya yang enak, teh tambi sendiri memiliki banyak khasiat kesehatan, tetapi untuk kamu penggila teh tetap tidak boleh mengkonsumsinya berlebihan.

12. Nasi Megono

Makanan khas selanjutnya yaitu olahan nasi yang dibungkus daun pisang serta disajikan sebagai sarapan.

Dalam penyajiannya nasi megono ini sering disandingkan dengan tempe kemul.

13. Geblek

Makanan ini terbuat dari tepung pati singkong yang dicampur dengan taburan daun kucai dan kelapa parut.

Camilan yang nampak seperti cireng ini memiliki terkstur agak alot, tetapi pas banget bersanding dengan mie ongklok.

Dari ke-13 oleh-oleh khas Wonosobo diatas mana yang begitu menarik seleramu?

Yuk, jangan ragu lagi berkunjung ke Wonosobo dan menikmati kuliner khasnya.

Karena selain unik-unik dan hanya terdapat di Wonosobo, aneka kuliner khas di kota ini juga memiliki cita rasa yang tidak akan kamu dapatkan di kota lain.

N.Hafizqi N.Hafizqi nama pena dari seorang perempuan yang dilahirkan pada bulan ke-2 terakhir dalam tahun masehi. Menyukai warna merah muda serta puisi sebagai karya sastra yang memiliki berjuta teka-teki sebagai pemahaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *