Ciri-Ciri Hewan Bertelur : Beserta Ciri-ciri, Contoh dan Penjelasannya

3 min read

CIRI CIRI HEWAN BERTELUR

Ciri-Ciri Hewan Bertelur – Sebagian dari Anda mungkin sudah tidak asing dengan istilah ovipar. Namun sepertinya tak jarang juga orang yang masih bingung dengan istilah ini. Lalu apa sebenarnya pengertian dari ovipar ini? Apa saja ciri-cirinya? Dan hewan apa yang termasuk dalam golongannya?

Ovipar berasal dari kata ovum yang artinya telur. Definisi ovipar ialah kelompok hewan yang proses perkembangbiakannya dilakukan dengan cara bertelur. Setelah bertelur, sang induk akan mengerami telurnya dalam beberapa kurun waktu hingga menetas dan menghasilkan spesies baru.

Hewan bertelur atau ovipar juga bisa diartikan sebagai hewan yang embrionya berkembang biak didalam telur. Hewan yang masih berada di dalam telur bisa mendapatkan asupan makanan dari cadangan makanan yang terletak di dalam telur tersebut. Untuk pembahasan lebih lanjut silahkan simak ulasan di bawah ini


Bentuk Fertilasi

Bentuk Fertilasi

  • Fertilasi Internal

Yakni suatu proses fertilasi atau pembuahan yang terjadi di dalam tubuh. Biasanya terjadi pada hewan yang hidup di darat

  • Fertilasi Eksternal

Berbanding terbalik dengan fertilasi internal, pada fertilasi eksternal pembuahan terjadi di luar tubuh. Contohnya pada hewan air dan golongan amfibi.


Ciri-Ciri Hewan Bertelur

Ciri Ciri Hewan Bertelur

Agar lebih jelas dalam memahami hewan bertelur, Anda juga perlu mengetahui ciri-ciri yang dimiliki hewan ini. Berikut penjelasannya:

  • Tidak Memiliki Kelenjar Susu

Kelenjar susu merupakan salah satu ciri dari hewan mamalia yang berfungsi untuk menampung susu guna mencukupi kebutuhan anaknya. Sedangkan pada hewan yang bertelur tidak berlaku demikian.

Sebagai gantinya, sang induk harus memberikan makanan lain kepada anaknya untuk bisa memenuhi kebutuhan nutrisi tiap hari. Cara ini biasanya banyak dilakukan oleh kelompok burung, atau anak yang baru menetas dan belum bisa mencari makan sendiri.

Namun terdapat satu pengecualian yakni platypus yang berkembang biak dengan bertelur, tetapi memiliki kelenjar susu untuk menyusui anaknya.

  • Termasuk Vertebrata (Kecuali Mamalia) dan Invertebrata

Sampai saat ini jumlah besar hewan bertelur masih dari anggota kelompok aves, reptil, amfibi, ikan dan beberapa kelompok dari jenis invertebrata. Meskipun terdapat beberapa spesies mamalia primitif yang bertelur layaknya platypus.

Hal ini karena jika dilihat dari cirinya yang memiliki paruh serta kaki yang berselaput, platypus memang condong menyerupai kelompok aves. Maka tak heran jika platypus juga bisa bertelur.

  • Organ Reproduksi Sederhana

Pada keluarga burung atau aves, ovarium yang berfungsi hanya ada satu yakni terletak di ovarium sebelah kiri. Untuk kelompok amfibi, ikan dan aves tidak memiliki alat kelamin yang terletak diluar.

Namun pada kelompok reptil, mereka memiliki hemipenis atau alat kelamin yang berfungsi untuk memasukkan sperma ke saluran pada betina. Sebuah saluran penting yang berfungsi sebagai saluran pencernaan, ekskresi, dan reproduksi pada hewan bertelur disebut kloaka.

  • Tidak memiliki Daun Telinga

Beberapa sumber menjelaskan jika salah satu ciri mencolok dari hewan ovipar adalah tidak memiliki daun telinga. Kemungkinan alasan dari tidak berkembangnya daun telinga ini adalah karena mereka lebih mengandalkan alat indra yang lain.

Contohnya pada reptil lebih mengendalikan indra penciuman dan deteksi suhu. Untuk kelompok invertebrata lebih kepada rangsangan getaran atau gelombang bunyi. Indra penglihatan pada kelompok aves dan platypus memanfaatkan paruhnya untuk dijadikan organ sensori.

  • Kemampuan Membuat Sarang

Agar telur bisa berkembang dengan baik dan bisa menetas, maka dibutuhkan tempat yang memiliki suhu optimal. Untuk itu, sang induk akan membuat sarang yang nyaman dari serangan predator dan untuk meletakkan telur.

Ada beberapa bentuk, bahan serta lokasi sarang yang berbeda pada spesies hewan bertelur. Seperti golongan reptil akan menguburkan telurnya di air yang memiliki daerah hangat.

Sedangkan aves akan mengumpulkan ranting dan sebagainya guna dijadikan sebagai sarang baik di pohon maupun di tebing. Setelah mereka bertelur mereka akan langsung mengeraminya.

Struktur tubuh aves yang memiliki bulu bisa membantu untuk menjaga telur agar tetap berada di suhu yang optimal dan stabil saat dierami.

  • Sel Telur Kaya akan Kuning Telur

Berbeda dengan mamalia yang perkembangan embrionya terjadi di dalam tubuh, pada hewan yang bertelur embrio mendapat nutrisi dari kuning telur di dalam cangkang. Hal ini karena telur sudah sepenuhnya dikeluarkan oleh betina.

  • Ovum Berkembang Membentuk Cangkang

Pada hewan bertelur khususnya aves dan reptil, ovum atau sel telur yang sudah dibuahi akan membentuk cangkang yang keras. Cangkang ini terbuat dari kalsium dan membentuk sebuah telur.

Sedangkan untuk hewan yang proses fertilisasinya dilakukan secara eksternal seperti ikan telurnya tidak memiliki cangkang dan hanya memiliki struktur lapisan layaknya membrane yang berguna untuk melindungi telur inti.

Pada golongan gastroppoda juga bisa menghasilkan telur yang memiliki cangkang. Telur-telur tersebut diletakkan di dahan ataupun bebatuan.


Contoh Hewan bertelur

Contoh Hewan Bertelur

  • Ayam

Ketika mendengar kata telur pasti yang pertama ada didalam pikiran adalah ayam. Ayam merupakan salah satu jenis unggas yang paling sering dijadikan sebagai hewan ternak. Hal ini karena ayam cukup memiliki manfaat untuk manusia. Bukan hanya telurnya saja namun juga dagingnya.

  • Bebek

Bebek atau tak jarang orang menyebutnya dengan itik adalah contoh hewan bertelur yang selanjutnya. Bebek bisa tinggal di darat maupun di permukaan air yakni air tawar. Untuk ukuran telur, bebek memiliki ukuran telur yang sedikit lebih besar dari pada ayam.

  • Ikan

Ikan termasuk dalam jenis vertebrata poikilotermik atau hewan berdarah dingin. Habitat utama ikan adalah di dalam air baik di air tawar maupun air laut. Ikan memiliki alat pernapasan utama yakni berupa insang.

  • Katak

Katak termasuk hewan golongan amphibi yang berkembangbiak dengan cara bertelur. Makanan utama katak adalah berupa serangga atau hewan kecil lainnya. Ketika di air, ia adalah perenang yang hebat, dan ketika di darat ia juga bisa bergerak dan melompat dengan gesit.

  • Buaya

Hewan bertelur selanjutnya adalah buaya. Pada umumnya, buaya memiliki habitat seperti di rawa, air tawar, danau dan tempat yang lembab. Hewan ini termasuk dalam hewan buas dan pemakan daging.

  • Cicak

Cicak juga termasuk kedalam golongan hewan ovipar atau bertelur. Biasanya cicak dapat dengan mudah Anda temukan di sekitar rumah terlebih ketika malam hari. Cicak juga termasuk golongan insektivora yang makanan utamanya adalah nyamuk dan hewan kecil lainnya.

  • Penyu

Penyu merupakan jenis kura-kura yang habitatnya berada di laut. Bahkan menurut beberapa ilmuwan, penyu sudah ada sejak zaman juta atau seusia dengan dinosaurus. Yakni sekitar 145-208 juta tahun yang lalu.

Penyu mengalami siklus bertelur yang sangat beragam yakni hanya 208 tahun sekali. Sang jantan biasanya hanya menghabiskan sisa umurnya di dalam laut. Sedangkan betina terkadang menuju pantai untuk bertelur.

Nah, selesai sudah pembahasan mengenai hewan bertelur lengkap dengan ciri-ciri dan juga contoh hewannya. Semoga bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *